“Tolong” Dan “Terimakasih” Kunci Pendidikan Karakter Sejak Dini

"Tolong” Dan “Terimakasih” Kunci Pendidikan Karakter Sejak Dini

Pendidikan dan pembelajaran bisa di dapatkan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Sejatinya manusia tidak akan pernah berhenti belajar hingga akhir hayat hidupnya.

Semakin panjang usia seseorang, maka harusnya makin banyak pula hal yang sudah di pelajari. Pelajaran tersebut bisa di dapatkan dari pendidikan formal, maupun non formal.

Pendidikan tidak hanya berkutat pada ilmu ilmu pengetahuan saja namun juga termasuk pendidikan moral dan karakter. Orang yang berpendidikan wajar nya memiliki sikap yang berbeda dengan orang yang tidak berpendidikan. Dalam hal bersikap, orang yang berpendidikan di kaitkan dengan perilaku yang sopan dan tahu tata karma.

Sebaliknya, orang yang bersikap bar bar, tidak tahu malu, dan tidak sopan sering kali di sebut orang yang tidak berpendidikan.

Itulah mengapa pendidikan karakter juga memiliki peran yang sangat penting daripada pendidikan ilmu pengetahuan.

Mendidik Karakter Sejak Dini

Tidak mudah memang untuk merubah karakter yang sudah menjadi bagian dari hidup seseorang. Meski begitu belum tentu hal itu tidak bisa di lakukan.

Oleh sebab itu, sebelum terlambat, sebaiknya karakter seseorang mulai di didik sejak dini oleh para pendidik di lembaga formal / non formal pada umumnya serta oleh orang tua pada khususnya.

Sebagai orang tua, Ibu adalah madrasah atau pendidikan pertama bagi seorang anak. Pengetahuan dasar anak dalam kehidupan social nya sangat di pengaruhi oleh didikan orang tua terutama ibu.

Pada usia kanak kanak juga merupakan golden time bagi pendidikan seseorang dimana pada usia tersebut seseorang menyerap pengetahuan dan informasi di sekitarnya dengan kemampuan yang cepat. Salah satu nya meniru apa yang di lakukan oleh orang tua.

Jika ingin anak tumbuh menjadi seseorang yang cerdas, baik dalam IQ, EQ, maupun SQ nya maka penting untuk mengajarkan ilmu ilmu dan kebaikan sejak dini.

Contohnya sangat sederhana, yakni dengan membiasakan anak mengucapkan kata tolong dan juga terimakasih.

Untuk tumbuh menjadi seorang anak yang memiliki karakter dan budi pekerti luhur, maka nilai nilai kesopanan harus di perhatikan.

Ketika anak meminta dan mendapatkan sesuatu, harus ada password atau kata kunci yang nantinya akan melatih anak menjadi orang yang selalu menghargai apapun dan siapapun orang di sekitarnya.

Anda bisa melatih anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap kali anak meminta sesuatu kepada anda. Contohnya saat anak kesulitan mengambil mainan nya, anak harus meminta tolong dengan mengucapkan kata ‘tolong’ yang baik kepada anda sebelum anda membantu mengambil kan nya.

Tak lupa setelah anda membantu anak dengan kesulitan yang di hadapi, anak harus mengucapkan kata ‘terimakasih’ sebagai bentuk penghargaan nya atas bantuan yang telah anda berikan.

Selain meminta anak untuk mengucapkan kata tolong dan terimakasih ketika menginginkan sesuatu, sangat penting sekali sebagai orang tua anda memberikan contoh dan tidak hanya sekedar memerintah saja.

Mulai lah membiasakan suasana rumah yang kondusif untuk pendidikan anak. Setiap kali meminta sesuatu, semua penghuni rumah, baik ibu, ayah, kakak, asistern rumah tangga dan sebagainya harus mengucapkan kata ‘tolong’ dan juga ‘terimakasih’.

Dengan memberikan contoh, tentu saja pengajaran kepada anak akan jauh lebih mudah karena anak memang sangat cepat meniru segala sesuatu yang ada di sekitarnya baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment