Tips Mengubah Perilaku Buruk Pada Anak

Pada saat anak melakukan kesalahan, tentunya akan sangat mudah bagi orang tua untuk menyalahkan, memarahi, atau bahkan memukul mereka. Namun, apakah hal tersebut benar dan baik untuk anak?, tentu saja tidak. Mungkin saja anak anda akan merasa tersakiti, dan justru mengubah pandangannya terhadap orang tua menjadi sosok yang “Menakutkan”. Akhirnya, jika mereka melakukan kesalahan lagi, mereka tidak akan mengakuinya, dan cenderung berbohong karena mereka “Takut” dengan sosok anda, dan perilaku buruk pada anak akan semakin menjadi-jadi.

Bisa jadi, pada saat mereka melakukan kesalahan, tujuannya adalah untuk mencari perhatian anda.  Karena itu, sebagai orang tua, kita tidak bisa langsung serta merta menyalahkan anak-anak atas kesalahan yang mereka lakukan, karena mereka pun belum mampu untuk berpikir realistis seperti orang dewasa.

Kadang ada orang tua yang terlalu santai membiarkan perilaku buruk anak berlarut-larut.  Namun, asumsi bahwa kelak dewasa mereka bisa mengubah sifat tersebut dengan sendirinya adalah salah total. Yang ada mereka nanti dewasa justru tidak akan menjadi baik, dan ingin membalas dendam atas perlakuan kasar yang anda lakukan sebelumnya.

Penanaman budi pekerti yang baik tentu saja menjadi yang paling penting, karena hal ini juga masuk pada aspek Kecerdasan Moral. Terkait dengan masalah ini, Bernard Percy, salah satu ahli Parenting di Los Angeles, AS, mengatakan bahwa :

“Jika anda fokus pada kesalahan yang dilakukan anak, merkea justru akan mengarah pada argumen dan juga perilaku buruk dimasa mendatang”.

Dari pernyataan tersebut, tentunya sebagai orang tua kita tidak boleh gegabah dalam mengatasi perilaku anak.Apalagi, jika perilaku tersebut sudah menjadi negatif, akan cukup sulit mengembalikan sisi positifnya. Beberapa tips berikut ini dapat membantu anda dalam mengatasi perilaku buruk pada anak dan merubahnya menjadi sisi perilaku baik.

  • Jangan Bereaksi

perilaku buruk pada anak

Sebagai contoh, anak anda ingin membeli sebuah mainan yang harganya diluar budget yang anda miliki. Lalu, secara otomatis jika keinginannya tidak dituruti, anak akan berteriak untuk memintanya. Nah, dalam kasus ini, anda tidak harus melakukan reaksi apapun, dan rengekan anak anda lambat laun akan kehilangan energinya.

Cara seperti ini, disarankan dilakukan oleh Ed Christophersen, Ph.D, salah satu psikolog di Rumah Sakit Anak Kansas City. Ia menjelasan bahwa ketika anak memiliki perilaku yang buruk, berpura-puralah tidak melihat / mendengar hal tersebut.

  • Bicara Bersama

perilaku buruk pada anak

Setelah perilaku tersebut mereda, ini saatnya bagi anda untuk mengajak bicara anak anda dengan baik-baik dan tenang. Katakan bahwa perilaku yang dilakukannya salah, dan tentunya ayah / ibu tidak akan menuruti permintaan jika caranya seperti itu.

  • Jangan Pernah Melakukan Kekerasan Fisik

perilaku buruk pada anak

Sesalah apapun anak anda, jangan pernah menyakiti anak dengan kekerasan fisik, karena Trauma yang ditimbulkan akan berbekas hingga dewasa, dan ini sangat buruk untuk perkembangan cara berpikir mereka.

Semakin anda menghakimi anak anda, perilaku buruk pada anak anda akan semakin besar, dan mereka justru akan menganggap anda sebagai “The Bad Guy”, lalu secara otomatis menjauhi anda.

Leave a Comment