Sisi Negatif Ponsel Terhadap Hubungan Orang Tua dan Anak

Hampir semua orang, termasuk saya pribadi sangat prihatin tentang remaja dan teknologi. Ada banyak hal yang perlu di khawatirkan dan dipikirkan, baik tentang hubungan sosial, hingga bisnis yang kita jalankan. Meskipun memiliki berbagai sisi positif, namun Ponsel memiliki lebih banyak sisi negatif yang bisa mempengaruhi hubungan orang tua dan anak.

Tapi, bagaimana kita orang dewasa menggunakan teknologi di gital dalam konteks hubungan kita dengan anak-anak?, apakah itu berdampak langsung pada mereka?.

Secara intuitif, kita tahu bahwa Smartphone dapat memperlancar momen bersama anak-anak kita, baik melalui aplikasi cerdas yang berkaitan dengan pendidikan anak, ataupun dengan melihat video pendidikan yang ada di youtube. Tapi, jika anak-anak dibiarkan mengakses Smartphone sendirian, dalam jangka waktu yang lama, tentu saja dampak buruk akan terjadi.

Letakkan Ponsel Sejenak Dan Berikan Interaksi Pada Anak Anda

hubungan orang tua dan anak

Dalam sebuah penelitian yang berjudul “Still Face” tahun lalu, yang dipimpin oleh Dr. Sarah Myruski, tim peneliti tersebut berusaha mempelajari bagaimana penggunaan ponsel cerdas orang tua dapat secara langsung mempengaruhi anak-anak pada tingkat sosial dan emosional.

Dalam penelitian tersebut, orang tua diinstruksikan untuk berinteraksi dengan bayi atau balita mereka menggunakan Smartphone, kemudian setelah 1 menit, orang tua harus memegang wajah dan tubuh anak-anak mereka, dan ternyata anak-anak justru tidak responsif terhadap sentuhan orang tua mereka.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa anak-anak muda pada usia dini sangat sensitif terhadap emosi dan tindakan orang tua mereka. Sehingga, ponsel menjadi sebuah halangan besar bagi keduanya untuk tetap berinteraksi, berkoordinasi, bercakap-cakap, dan lain sebagainya.

Ketika orang tua menggunakan perangkat ponsel didepan anak-anak mereka, anak-anak akan memasuki periode waktu yang tidak responsif, dan cenderung lebih tertarik dengan apa yang menarik bagi orang tuanya.  Sehingga hubungan orang tua dan anak tidak bisa terjalin secara alami dan sempurna.

Penelitian tersebut juga menemkan fakta bahwa ketika orang tua menggunakan perangkat, anak-anak menunjukkan peningkatan tekanan, emosi positif yang lebih rendah, dan eksplorasi yang lebih rendah terhadap mainannya sendiri.  Fakta lainnya adalah, seiring orangtua menggunakan teknologi digital dalam frekuensi yang lebih tinggi, anak akan justru menjadi kurang positif eksploratif, dan kurang tertarik dengan hal lainnya.

Pesan Untuk Orang Tua

Apa pesan yang bisa diambil dari penelitian diatas?, bahwa ponsel pintar benar-benar mengganggu hubungan orang tua dan anak pada tingkat emosional.

Sehingga, orang tua harus benar-benar mengerti kapan harus menggunakan ponsel pintarnya, dan kapan harus meluangkan waktunya untuk berinteraksi dengan anak-anak, bercakap, mengajari mereka mana yang baik dan mana yang buruk, dan seluruh pendidikan lain terkait pembentukan diri anak-anak.

Meskipun ponsel pintar memiliki banyak manfaat untuk pendidikan anak-anak di masa depan, namun sisi negatif dan resiko yang bisa ditimbulkannya justru lebih besar.  Jadi, jangan kenalkan anak-anak kepada smartphone terlebih dahulu, tapi kenalkan bahwa orang tua menjadi prioritas utama di kehidupan mereka.

Leave a Comment