Ramai Konsep Pendidikan Finlandia, Ini Katai Unusa

Seminar internasional yang di laksanakan di Universitas Nahdaltul Ulama Surabaya (Unusa) dengan mengusung konsep pendidikan di Finlandia pada Kamis 9 Januari 2020 berlangsung khidmat.

Dalam seminar tersebut, panitia menghadirkan pembicara dair pakar pendidikan Allan Schneitz (Finlandia), Muslimin Ibrahim (Indonesia), hingga Munif Chatib (Indonesia) untuk dapat memberikan wawasan mengenai pendidikan di Finlandia.

Finlandia selama ini di kenal sebagai salah satu negara dengan system pendidkan terbaik di dunia. Bahkan kualitas pendidikan di negara ini jauh mengungguli negara modern seperti Amerika Serikat melalui indicator literasi membaca, sains hingga matematika.

Dalam survey penilaian siswa internasional (PISA) yang di lakukan selama tiga tahun sekali sejak tahun 2000, Finlandia selalu berhasil menempati skor terbaik. Allan Schneitz sebagai pencetus ide Dream School pun mengungkapkan bahwa pendidikan harus mampu menyiapkan anak anak untuk menghadapi masa depannya nanti.

Ramai Konsep Pendidikan Finlandia, Ini Katai Unusa

Pendidikan Masa Depan Yang Berbeda

Menurutnya, tantangan di masa depan akan berbeda sekali dengan apa yang ada saat ini. “Tujuan pendidikan yang utama adalah menyiapkan bekal bagi anak-anak untuk menghadapi masa depannya. Karena itu perlu bagi para pendidik untuk mendapatkan wawasan apa yang sebenarnya terbaik bagi anak anak dalam pendidikan di sekolah” ungkap Allan.

Menurutnya, selama ini Finlandia di nilai sebagai negara dengan pendidikan terbaik sebab telah menerapkan konsep pendidikan yang sederhana. Yakni konsep pendidikan yang memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para peserta didik untuk dapat mengembangkan minat dan bakatnya.

Negara ini lebih mengedepankan nilai nilai yang membentuk perilaku serta sikap positif. Mereka percaya semua anak memiliki keunggulan masing masing selama di berikan kesempatan.

“Anak-anak tepat belajar matematika,bahasa sebagai pengetahuan dasar. Tapi kami lebih mengedepankan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai pada anak-anak” ungkapnya

Bahkan dirinya menyebutkan, secara khusus ada dua ketrampilan untuk abad 21 yang harus dimiliki murid di sekolah. Yakni bagaimana menumbuhkan kreativitas, membangun kersaja sama serta berkolaborasi, berfikir kritis dan membangun komunikasi.

Di waktu yang sama, pakar pendidikan Indonesia, Munif Chatib menegaskan bahwa sikap guru di sekolah juga sangat memberikan pengaruh besar dalam proses belajar. Dalam hal ini guru perlu untuk bersikap tegas dan bukan bersikap kasar.

Salah satu tenaga pendidik di program studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unusa ini pun menambahkan bahwa sikap tegas cenderung akan membuat kelas menjadi lebih tertib dan juga teratur. Namun berbeda halnya dengan sikap garang yang akan membuat suasana kelas menjadi menegangkan.

Yang paling penting, menurut Munif, dunia dan kehidupan terus berkembang, begitu pula manusia yang ada didalamnya.

“Guru harus bersikap sebagai teman belajar sekaligus bermain bagi siswa bukan seorang guru kelas semata” tutupnya.

Leave a Comment