Pilih Anak Pandai Atau Cerdas Di Sekolah?

Semua orangtua pasti paham bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi buah hati. Umumnya orangtua ingin selalu memberikan yang terbaik dengan cara menyekolahkan anak hingga jenjang pendidikan yang paling tinggi.

Tidak hanya memfasilitasi dengan menyekolahkan saja, orang tua pasti berharap buah hati nya bisa berprestasi di sekolah dan tergolong ke dalam anak anak yang pandai.

Berbagai upaya di lakukan untuk dapat memenuhi harapan tersebut antara lain dengan mengikutsertakan anak pada lembaga bimbingan belajar.

Lebih dari itu, para orangtua pun rela untuk selalu menemani anak belajar tiap hari meski lelah setelah seharian bekerja.

Akan tetapi para orangtua tentu juga harus sadar bahwa semua yang di lakukan hanyalah sebuah usaha sedangkan penentu hasil tetaplah Tuhan dan si Buah Hati.

Oleh Karena itu daripada menuntut anak untuk mendapat peringkat tinggi di sekolah, lebih baik orangtua memastikan anak mendapat pendidikan yang tepat, berada di lingkungan yang baik, mampu bersosialisasi dan berperilaku terpuji

Sebab jika orangtua terlalu memaksakan kehendak kepada anak, maka anak justru merasa tertekan dan kemungkinan muncul rasa berontak jika pada suatu saat anak sudah tidak bisa lagi mengikuti kemauan orangtua. Tentu hal tersebut berdampak pada hubungan harmonis antar anak dengan orangtua.

Pilih Anak Pandai Atau Cerdas Di Sekolah?

 

Guru Ingin Muridnya Cerdas Tak Sekedar Pandai

Berbicara mengenai pendidikan di sekolah memang memiliki aspek yang sangat luas. Tidak hanya prestasi akademik saja yang di junjung oleh sekolah –sekolah di Indonesia. Nilai moral berupa attitude selama mengikuti pendidikan, nilai non akademis seperti ekstrakulikurel dan perlombaan pun turut menjadi penentu prestasi siswa di sekolah tersebut.

Masyarakat awam umumnya telah percaya bahwa anak yang mendapat peringkat 1 adalah andak yang pandai.

Hal tersebut memang tidak salah, namun belum tentu sepenuhnya benar. Sebab anak yang tidak mendapat rangking 1 juga bukan berarti tidak pandai.

Oleh sebab itu ada pula istilah untuk menyebut seorang anak yang “cerdas”. Jika di lihat dair pemahaman orang secara umum, cerdas di gunakan untuk mengkategorikan anak yang tidak hanya pandai dalam hal akademik saja, namun juga memiliki nilai yang baik di bidang bidang lain pada bidang non akademik.

Bahkan para guru pun banyak yang mendorong siswa nya untuk menjadi siswa yang cerdas tidak hanya pandai.

Kenapa demikian?

Anak yang mendapat peringkat 1 memang bisa di sebut pandai. Namun terkadang ada beberapa anak pandai yang hanya unggul di bidang akademik saja misalkan matematika, bahasa Indonesia, bahasa inggris dan lain sebainya.

Akan tetapi keunggulan tersebut tidak di barengi dengan kemampuan di bidang non akademik. Contohnya anak yang mendapat peringkat 1 hanya pandai di bidang pelajaran saja namun memiliki perilaku yang buruk sehingga di jauhi oleh teman-teman nya.

Itu menunjukkan anak kurang memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Sedangkan anak cerdas bisa mendapat peringkat sekaligus bersosialisasi dengan baik bersama teman temannya. Lebih dari itu, anak cerdas juga bisa unggul di berbagai ekstrakulikuler dan memiliki perilaku yang terpuji.

Itulah sebabnya para guru lebih mendorong anak didiknya untuk menjadi siswa yang cerdas tidak hanya pandai.

Hal tersebut seharusnya juga menjadi visi misi bagi orang tua dalam mendidik buah hati nya.

Leave a Comment