Orang Tua Wajib Tahu 5 Tahap Perkembangan Kecerdasan Moral Anak

Cerdas pada waktu sekarang bukan hanya memiliki patokan dengan melihat IQ (Intelligence Quotient) seseorang saja, namun ada berbagai kriteria kecerdasan lain yang juga harus diperhatikan. Beberapa kecerdasan tersebut adalah EQ (Emotional Quotient), lalu ada SQ (Spiritual Quotient), CQ (Creativity Quotient), dan aspek terbaru dari kriteria dan kualifikasi kecerdasan seseorang adalah MQ (Moral Quotient) atau kecerdasan moral anak.

Menurut Michele Borba, Ed.D, MQ (Moral Quotient) disini didefinisikan sebagai “Kecerdasan Moral”, yaitu sebuah kemampuan untuk menentukan dan memahai mana yang benar dan mana yang salah, serta memiliki pendirian kuat dalam berpikir serta berperilaku sesuai dengan norma moral yang berlaku di masyarakat.

Memang dengan adanya kualifikasi yang bermacam-macam seperti itu,  menjadi PR yang berat bagi orang tua untuk memenuhi segala aspek yang dibutuhkan anak-anak tersebut. Selain mengisi diri mereka dengan Intelektual, banyak aspek lain termasuk sisi Moral mereka.  Moral disini bisa berarti sikap empati, jujur, adil dan berbagai sifat baik lainnya.

Perkembangan Kecerdasan Moral Anak

kecerdasan moral anak

Kecerdasan Moral juga memiliki masa-masa pertumbuhan tersendiri layaknya kecerdasan lainnya.  Seperti yang dinyatakan oleh Nessi Purnomo, Psi, Msi, Kecerdasan moral terbentuk dari paduan antara faktor genetika dan hasil bentukan dari lingkungan sekitarnya.

Nessi juga menjelaskan bahwa perkembangan moral anak akan sejalan dengan sisi kognitifnya.  Sebagai contoh, pada usia 5 – 6 tahun, anak akan memiliki perilaku baik karena ia telah melihat konsekuensinya sejak kecil.

Namun, pada usia yang lebih besar, seorang anak akan melakukan sesuatu jika ada sisi keuntungan untuk dirinya sendiri.

Kecerdasan Moral juga merupakan salah satu kecerdasan pokok yang harus dimiliki oleh anak-anak demi masa depan mereka yang lebih kompleks.  Untuk menyesuaikan pendidikan moral yang akan kita lakukan, maka kita harus mengetahui beberapa masa pertumbuhan moral mulai dari awal kehidupannya. Digital masjid merupakan alasan utama setiap orang mencari informasi untuk sikap dan kepribadian anak yang tepat, disini anda akan mengenal tata cara mendidik anda dengan baik dalam lingkup masjid, sepertihalnya moral para santri yang tentunya banyak sekali diterapkan di setiap pondok. Sikap serta moral mereka tentu sangat dijaga, serta akhlak yang dapat menjadi sebuah panutan bagi setiap anak.

Bayi

Soerang bayi bisa dikatakan belum memiliki daya untuk pengembangan kecerdasan moralnya secara pribadi. Ia hanya mengetahui mana yang menurutnya benar atau salah. Contohnya, ketika bayi mengantuk, maka hal ini adalah salah, sehinga ia akan menangis untuk kemudian disusui dan tidur.

Balita

Pada masa ini hampir sama dengan masa bayi, namun patokan yang mereka miliki tentang apa yang benar dan yang salah berasal dari orang tua mereka.

Pra Sekolah (3-7 tahun)

Di masa-masa ini,  anak-anak sudah mulai mampu untuk memasukkan nilai moral kepada dirinya sendiri. Jadi, apa yang menurut ayah dan ibunya benar atau salah, juga berlaku untuk dirinya sendiri.

Usia Sekolah (7-10 tahun)

Di usia ini, orang dewasa (termasuk ayah, ibu, guru, dan lain sebagainya) bukanlah sosok yang “menakutkan” lagi.  Artinya, mereka tahu dan mengerti bahwa orang dewasa tetap harus dituruti, namun jika nyatanya yang diperintahkan salah, maka mereka punya kehendak untuk menolak dan memperbaikinya.

Pra Remaja dan Remaja

Pada masa ini, anak-anak akan mencari kepopuleran untuk dirinya sendiri dan mencari jati dirinya sendiri. Mereka akan memilah dan memilih nilai moral yang paling tepat untuk menjadi bagian dari dirinya. Sehingga, penentu kecerdasan moral anak ketika dewasa dimulai dari masa-masa ini.

Leave a Comment