Inilah Alasan Mengapa Eksplorasi Anak Harus Bebas

Di Zaman Milenial saat ini, anak-anak menjadi sangat “Sibuk”, bahkan kesibukan tersebut sudah dimulai sejak usia balita. Dari usia tersebut, banyak anak-anak yang sudah harus memasuki Playgroup atau lembaga pra-sekolah lainnya.

Tidak sampai disitu saja, masih banyak sekali tekanan demi tekanan yang biasanya tanpa kita sadari menjadi beban untuk anak-anak, seperti harus bisa baca, tulis, hitung, sebelum memasuki jenjang sekolah formal.  Lalu pada saat sekolah pun, mereka harus menerima teknanan lain dengan kegiatan seperti les, ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Sehingga, pelarian mereka satu-satunya bukanlah orang tua, karena pada masa ini, orang tua akan dianggap “Jahat”, karena memberikan berbagai tekanan yang berlebihan. Akibatnya, mereka cenderung menyukai Gadget untuk mengisi waktu luang, daripada berinteraksi dengan orang tua.

Karena itu, sebisa mungkin kita harus membebaskan eksplorasi anak terhadap dunianya, tanpa berbagai tekanan dari orang tua sebagai orang terpenting di kehidupannya.

Riset Efek Eksplorasi Anak Terhadap Tumbuh Kembangnya

eksplorasi anak

Kondisi yang sudah dijelaskan diatas, menurut Richard Rende, salah satu ahli tumbuh kembang anak, dan Direktur dari Curriculum and Instruction di Phoenix Country Day School, Amerika Serikat, merasa khawatir anak-anak tidak akan menuju sisi baik yang diinginkan orang tuanya.

Kondisi ini dianggap bisa merampas seluruh kesempatan anak dalam bereksplorasi dan mengembangkan berbagai kemampuan, serta nilai yang harus ditanamkan sejak usia awal, yang nantinya akan terus menjadi dasar dan landasan untuk pembentukan jati diri anak di masa depan.

Menurut Richard, masalahnya adalah : ketika kita (sebagai orang tua) berusaha mendorong anak-anak untuk menjadi lebih “Berprestasi”, secara tidak langsung kita justru mengurangi faktor terpenting tentang pembelajaran anak-anak untuk menjadi sosok yang kuat dalam menjalani masa depan “yang tidak pasti”. Artinya, meskipun kita mendorong mereka sekuat tenaga dengan berbagai tekanan, kesuksesan yang bisa diraih juga masih tetap samar, dan bahkan mereka tidak akan siap untuk menghadapi kegagalan jika terpaksa terjadi.

Orang tua juga tidak harus menghilangkan berbagai unsur baik modern / tradisional terkait dengan eksplorasi anak-anak.  Bahkan, unsur tersebut bisa memberikan pengalmaan penting, dan mungkin akan berguna bagi diri mereka dimasa depan.

Dari sebuah riset yang dilakukan oleh Richard, menunjukkan fakta bahwa orang tua adalah sosok yang harus mendidik anak-anak mereka untuk menjadi orang yang mampu melakukan / mewujudkan apapun cita-cita mereka dimasa depan, dan mengajarkan cara berpikir bagaimana / apa saja yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersbeut.

Orang tua tidak harus selalu memberikan tekanan dengan pembelajaran tiada henti yang lagi nge-trend dilakukan oleh orang tua zaman sekarang.  Kita hanya perlu untuk sering meluangkan waktu untuk mereka, dan menemaninya bereksplorasi terhadap hal-hal baru, sembari membimbing mereka tentang apa yang baik, dan apa yang buruk, serta bagaimana cara untuk mewujudkan hal yang diinginkan.

Dari riset diatas, bisa diketahui bahwa kebebasan eksplorasi anak terhadap lingkungan sekitarnya justru lebih penting daripada konsep intelektual pada masa-masa awal pertumbuhannya. Sehingga, anak-anak bisa belajar untuk mengetahui, memahami, dan mencoba menerima resiko dari setiap perbuatannya.

Leave a Comment