Dana Puluhan Miliar Dari Kemendikbud Kepada Ormas Agar Latih Guru

Menyusul kebijakan Merdeka Belajar milik Mendikbud Nadiem Makarim yang mengganti Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Minimum kini Kemendikbud membuka peluang kepada organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan untuk melakukan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah.

“Organisasi yang terpilih akan menyelenggarakan program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi selama dua tahun ajaran, yaitu 2020 hingga 2022,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano

Pelatihan tersebut akan di tujukan kepada tenaga pendidik di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun targetnya pelatihan dilakukan terhadap 50 ribu guru dan 5.000 kepala sekolah.

Dana puluhan miliar tersebut akan di bagi menjadi tiga kategori untuk ormas yang lolos seleksi. Adapun rincian dananya adalah sebagai berikut.

Pertama disebut kategori Gajah, di mana ormas bakal mendapatkan dukungan dana hingga Rp20 miliar per tahun untuk target lebih dari 100 sekolah. Kedua, kategori  macan, dengan dukungan dana hingga Rp5 miliar per tahun untuk target 21 sampai 100 sekolah. Ketiga adalah kategori kijang, dengan dukungan dana Rp1 miliar per tahun untuk target lima sampai 20 sekolah.

Dana Puluhan Miliar Dari Kemendikbud Kepada Ormas Agar Latih Guru

Tahap Penyaluran Dana

Supriano menjelaskan rincian dana tersebut akan disalurkan kepada ormas yang terpilih seleksi  dalam dua tahap. Pada pencairan tahap I, ormas akan menerima 60 persen dari dana setelah menandatangani Perjanjian Kerja Sama, kuitansi, berita acara dan serah terima, pernyataan kesanggupan melaksanakan pekerjaan, pernyataan sanggup menggunakan bantuan pemerintah dan menyetor sisa dana, serta Rancangan Anggaran (RAB).

Kemudian tahap II sebesar 40 persen akan dicairkan setelah ormas melaporkan kwitansi penerimaan dana tahap I, laporan kemajuan penyelesaian pekerjaan dan laporan penggunaan dana tahap I paling sedikit 80 persen.

“Dalam rangka pengendalian program dan anggaran, Kemendikbud akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui kesesuaian penyaluran bantuan dengan petunjuk teknis. Hasil pemantauan dan evaluasi menjadi bahan pengambilan keputusan dan penyempurnaan program ke depan,” jelasnya lagi.

Bagi ormas dibidang pendidikan yang ingin berpartisipasi dalam pelatihan ini pendaftaran dapat dilakukan mulai anggal 2 Maret 2020 melalui laman resmi Sekolah Penggerak Kemendikbud. Selanjutnya tanggal 10 Maret nanti ormas yang mendaftarkan diri akan bertemu dengan Dinas Pendidikan dari seluruh kabupaten, kota dan provinsi.

Baru pada tanggal 16 Maret sampai 16 Mei, Kemendikbud akan melakukan identifikasi kelayakan, evaluasi teknis dan keuangan bagi pihak yang mendaftar. Tahap verifikasi bakal di mulai tanggal 16 Mei sampai 30 Juni 2020. Dan pelatihan bisa mulai dilakukan Juni 2020 hingga Mei 2022.

“Implementasi dilakukan pada PAUD, SD atau SMP di daerah yang sudah diajukan (ormas) dan disetujui Kemendikbud,” tambah Supriano.

Leave a Comment