Cara Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Anak

Tanpa disadari, seringkali kita sebagai orang tua kadang terlalu memaksakan kehendak, atau terlalu keras terhadap berbagai kesalahan yang dilakukan oleh balita / anak kita.  Hal ini tentu saja akan berakibat negatif pada pertumbuhan psikologis mereka, dan biasanya mereka cenderung takut untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya, dan akan lari dari rasa tanggung jawab anak tersebut.

Semakin mereka dewasa, jika perilaku semacam ini dibiarkan, mereka akan menuju ke sisi negatif yang lebih dalam, dan akan menganggap orang tuanya sebagai “Monster” atau “Orang yang menakutkan”. Anak-anak juga akan cenderung berbohong kepada orang tua karena takut dimarahi, atau dihukum.

Jadi, pola asuh seperti ini harus benar-benar diminimalkan agar pertumbuhan balita kita menjadi lebih maksimal dan terarah kepada sisi positif. Berikut cara untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak sejak usia dini.

Tumbuhkan Rasa Paham Resiko dan Konsekuensi Kepada Anak

rasa tanggung jawab anak

Biasanya, anak-anak dari usia 3 – 5 tahun sudah mulai memahami apa itu rasa takut, dan biasanya berasal dari orang tua mereka.  Pada usia ini, mereka sedang aktifnya dalam bereksplorasi, dan otodidak dalam segala hal. Mereka akan mencoba segala hal yang mereka temui, dan mencoba memahami fungsi dari barang-barang tersebut.  Namun, ada kalanya mereka akan melakukan kesalahan, dan merusak berbagai barang yang ditemuinya.

Jika momen ini terjadi, bukan waktunya kita untuk marah kepada mereka, karena jika timbul rasa takut, mareka justru akan membohongi kita. Dengan pikiran yang mungkin ada hukuman yang mereka terima jika ketahuan melakukan kesalahan, maka mereka akan cenderung menyembunyikannya.

Karena itu, sebagai orang tua yang bijak, kita tidak boleh serta merta langsung memarahi mereka tentang kesalahan yang telah diperbuatnya. Namun, cara yang paling tepat adalah mencoba menanyakan dengan baik-baik tentang apa yang terjadi sebenarnya, dan mencoba untuk memberikan pengertian tentang “apa yang harus mereka lakukan selanjutnya”.

Jangan sampai anda marah atau bahkan sampai memukul mereka jika anak-anak melakukan kesalahan, karena ini akan berdampak sangat buruk bagi sisi mental mereka.  Lebih baik anda pengertian, dan menjelaskan apa kesalahan mereka, dan apa yang tidak boleh diulangi.

Dengan pengertian, anak-anak tidak akan takut untuk mengakui kesalahan, karena orang tua menjadi sosok yang paling terpercaya dalam menyimpan rahasia mereka.

Hadiahi Sebuah Kejujuran

rasa tanggung jawab anak

Katakan pada anak-anak bahwa “kejujuran lebih penting daripada barang yang dirusakkan”. Namun, anda juga harus tetap konsisten dalam melakukannya. Jangan sampai setelah mereka mengaku, anda malah memarahi atau memukul mereka.

Hargai kejujuran mereka dengan kata-kata yang tenang dan lembut. Dengan begitu, perasaan bersalah mereka akan terobati dengan pengakuan yang diterima dengan baik.  Bahkan, anda bisa memberikan hadiah berupa barang jika mereka mau berkata jujur. Dengan cara ini, lambat laun rasa tanggung jawab anak akan meningkat, dan mereka tidak akan takut untuk mengakui kesalahan, dan mempertanggungjawabkannya.

Leave a Comment