Belajar di Rumah, Sekolah Lakukan Berbagai Cara Unik Agar Orangtua Ikut Terlibat

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19 adalah dengan melakukan social distancing. Artinya, segala bentuk kegiatan perkumpulan atau kegiatan yang berpotensi mempertemukan banyak orang dalam satu tempat dan waktu harus dikurangi.

Akibatnya, kegiatan bekerja, belajar dan juga ibadah untuk sementara harus dilakukan dirumah terlebih dahulu. Dalam dunia pendidikan, beberapa daerah telah menghentikan sementara proses pembelajaran di sekolah.

Lalu bagaimana caranya kegiatan belajar mengajar bisa tetap berjalan ketika semua murid dan guru berada dirumahnya masing-masing?

Mayoritas sekolah-sekolah meliburkan anak didiknya selama 14 hari, menghadapi kebijakan tersebut,guru-guru SDN 2 Patukangan Kendal pun berinisiatif membuat program dengan melibatkan paguyuban orangtua untuk mendampingi kegiatan belajar anak di rumah.

“Orangtua siswa yang tergabung dalam paguyuban kelas kami libatkan dalam program ini. Agar mereka juga patuh untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting sekali selama wabah penyebaran virus corona,” ujar Ninik Chaeroni, Kepala SDN 2 Patukangan, Kendal Jawa Tengah

Belajar di Rumah, Sekolah Lakukan Berbagai Cara Unik Agar Orangtua Ikut Terlibat

Pelibatan Orang Tua Saat Belajar Di Rumah

Libur sekolah selama 14 hari dalam rangka mencegah penyebaran virus corona yang di lakukan oleh berbagai sekolah butuh peran aktif dari orang tua. Sehingga orangtua sangat perlu untuk dilibarkan dalam proses belajar, bagaimana caranya? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan

  1. Materi belajar lewat HP orangtua

Meskipun kegiatan belajar tidak dilakukan secara langsung, para guru telah mempersiapkan amteri yang harus dipelajari oleh siswanya setiap hari selama dua pekan.

Selain materi, guru pun juga memberi tugas yang setiap pagi diberikan melalui HP atau telepon seluler milik orang tua. Sehingga orangtua juga bisa sekaligus memantau kegiatan belajar anak.

  1. Variasi tugas siswa
    Sebelum memberi tugas, para guru perlu memperhatikan kompetensi dasar yang terkandung dalam kurikulum. Sehingga tidak bisa serta merta memberikan tugas tanpa ada tujuan pembelajaran tertentu.

Oleh sebab itu, setiap tugas yang diberikan tidak hanya berupa bentuk tugas prakarya maupun tugas tertulis. Namun penugasan juga bisa berupa kegiatan membantu pekerjaan di rumah seperti menyapu, mengepel, atau membantu memasak di rumah.

 

  1. Jadwal Belajar Sama

Di SMPN 2 Kendal, kegiatan belajar di rumah tetap dilakukan dan diajar langsung oleh guru mata pelajaran sesuai jadwal. Sehingga pihak sekolah tidak mengubah jadwal pelajaran, namun hanya cara belajarnya.

Setiap jam mata pelajaran akan berlangsung, guru akan mengirimkan materi dan lembar kerja (LK) melalui WA orangtua siswa. LK yang diberikan ke siswa terdiri dari pertanyaan produktif, terbuka, atau imajinatif

Kemudian para guru mapel akan memantau diskusi di group WA kelas, terutama bila ada pertanyaan dari siswa atau orangtua.

 

  1. Portofolio siswa di grup WA
    Tugas yang telah dikerjakan siswa, kemudian dikirimkan kembali melalui WA group orangtua sehingga hasilnya bisa diketahui bersama. Cara ini membuat ada komunikasi antara anak, orangtua, dan guru dalam belajar di rumah. Orangtua bisa langsung mengevaluasi hasil belajar anak dan meningkatkan prestasi belajarnya.

Kemudian hasil tugas tertulis juga wajib dikumpulkan siswa menjadi portofolio. Siswa menyimpan hasil karya dari tugas yang dikerjakan dalam file holder portofolio.

Setiap hasil karya diberi identitas lengkap mulai dari hari, tanggal, mata pelajaran, jam pelaksanaannya.

6. Buka call center sekolah.
Karena tergolong kebijakan baru, tentu banyak siswa dan orangtua yang kesulitan ketika menjalankannya. Maka dari itu  beberapa sekolah juga membuka call center atau pusat layanan bila orangtua dan siswa menemukan kendala selama proses pembelajaran di rumah.

Leave a Comment