Adaptasi Bimbel Hadapi Penghapusan UN 2020

Menindaklanjuti keinginan terbaru dari Menteri Pendidikan dan Budaya Nadiem Makarim untuk mengganti system UN, maka dapat dipastikan pada tahun 2020 nanti system pendidikan pun akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut salah astunya adalah adanya asesmen kompetensi minimum dan juga survey karakter.

Untuk menghadapi perubahan tersebut, ternyata bukan hanya siswa, orangtua dan para guru saja yang harus bersiap, akan tetapi ada pula pihak luar yang tak kalah penting perannya dalam dunia pendidikan di Indonesia, yakni peran lembaga bimbingan belajar (Bimbel).

Pihak Bimbel mengaku siap untuk berubah dan akan beradaptasi dengan system pendidikan yang akan di tetapkan oleh pemerintah.

Sebagaimana disampaikan oleh Mardhani seorang pemilik Bimbel Pak Dhani. Dirinya mengatakan system baru yang akan di gunakan nanti pasti ada nilai lebih dan juga kurang nya, oleh karena itu tugas seorang pengajar harus kreatif dan mampu memodifikasi metode pengajaran untuk murid-muridnya.

“Jadi saat mengajar selalu menyenangkan dan di rindukan bagi siswa. System atau kurikulum akan beradaptasi dengan sendirinya, guru harus mampu berkembang dan belajar untuk menguasai pembaruan metode dalam mengajar, karena setiap anak berbeda dalam pengajarannya pada setiap fase jaman” ujar pemilik bimbel tersebut.

Adaptasi Bimbel Hadapi Penghapusan UN 2020

Bimbel Bisa  Menyesuaikan Sistem Pendidikan Baru

Menurut pemilik bimbel Rumah Belajar Al-Fath yang di ketuai oleh Ira, tidak ada kesulitan yang berarti saat ada perubahan di dalam system pendidikan. Sebab menurutnya, system pengejaran di bimbel hanya tinggal menyesuaikan dengan system yang baru.

“Dengan cara merubah pola pendekatan pembelajaran yang berbasis penalaran dan lebih mempersiapkan anak – anak di setiap level kelasnya. Cara belajarnya tetap sama, pemahaman konsep 30 persen kemudian latihan soal 70 persen dengan memperbanyak porsi soal-soal penalaran.

Sedangkan pengurus Bimbel VISI, bahkan mengaku telah menyiapkan jauh jauh hari apabila terdapat perubahan system pendidikan. Selain itu, murid di Bimbel VISI juga tidak terlalu fokus untuk mengejar nilai ujian nasional saja.

“Kami disini fokusnya tidak hanya UN, namun juga mengejar sekolah swasta favorit yang mana penerimaan mereka tidak merujuk pada nilai UN tapi nilai tes sekolah itu sendiri, di kami hampir 80 persen siswa yang ikut Bimbel VISI ingin masuk SMP atau SMA swasta Favoritm sisanya baru SMP atau SMA negeri,

Leave a Comment